RESONANSI

                                                                            RESONANSI

By : M Danny Fulton

Weenapad, 12 MAret 2008

Assalamualakum Wr Wb

Seperti yang sudah dikira sebelumnya, bahwa kajian tentang “Manajemen Cinta Islami – Cara Cerdas Mencari Jodoh” akan berjalan menarik dan seru (tentu saja tanpa mengurangi rasa hormat kepada para “juru masak” yang memuaskan selera setelah seru mengkaji).

Jodoh memang hal yang krusial dalam hidup, bahkan jodoh merupakan salah satu dari 3 misteri terbesar dalam kehidupan manusia, selain ajal dan rezeki. Berbeda dengan mati yang slalu dihindari, rezeki dan jodoh lah yang slalu dikejar dan dicari, atau dalam hal jodoh; wanita menunggu dan memutuskan…..

Dalam tulisan ini saya tidak akan memberikan ringkasan dari pertemuan kemarin walaupun hal2 itulah yang saya masukkan dalam tulisan ini. Bukan ringkasan karena ini panjang dan mungkin sedikit subjectif. Tulisan ini adalah gaung dari resonansi renungan, pendapat, refleksi, pengalaman dan monolog dalam hati dan pikiran setelah kajian kemarin…………..(weiszzzzz……….. manztap…….).

Bagi yang masih kebingungan mencari/belum mendapat jodoh (yang diwakili oleh Wira “Kapak Merah 212”), coba lihat sisi positipnya, yang berarti masih terbuka kemungkinan yang seluas-luasnya untuk memilih jodoh seperti apa yang kalian inginkan atau mempertimbangkan kembali calon yang ada (dengan catatan…..jika ada). Seperti yang dinyatakan oleh Gus Pur kemaren bahwa dalam memilih jodoh ada beberapa syarat yang dianjurkan agama yaitu; pilihlah pertama karena wajahnya, kemudian hartanya, keturunanya dan agamanya. Agama ditempatkan pada posisi terakhir bukan berati bahwa agama adalah hal terakhir yang menjadi bahan pertimbangan.

Agama ditempatkan pada posisi terakhir karena merupakan filter dari 3 kriteria yang mungkin telah terpenuhi oleh calon jodoh kita (halah…kok.. kita…. ya….maksud saya….. kalian, yah….walaupun………). Adalah wajar, manusiawi jika untuk awal penilaian syarat 1-3 digunakan, tidaklah salah jika menghendaki pasangan yang cantik atau ngganteng (kalo forester bilang gak malu2in dibawa kondangan n bisa diajakin naik gunung…….) dan tentu saja sangat beruntung jika mendapatkan jodoh yang berharta banyak bertaburan dimana-mana (yah…setidaknya tidak lebih sengsara dari sebelum nikah deh…) dan tentu mendapat jodoh dari keturunan yang baik jadi dambaan juga (tapi mestinya kita ingat juga bahwa sesungguhnya semua manusia itu dari keturunan yang baik…..semua keturunan nabi Adam, artinya semua manusia mempunyai potensi untuk menjadi baik).

Dan ketika syarat 1-3 terpenuhi, tetapi tidak memenuhi syarat ke-4 (kafir/tidak seagama/tidak baik agamanya) maka – maaf – gugurlah calon yang diajukan (he….he….). Tetapi sebaliknya jika calon jodohnya seagama dan yang paling penting dia menjalankan syariat agamanya dengan benar, maka dia harus dipilih walupun dia itu cantik/tampan, kaya dan dari keturunan yang baik….(yang beginian mah jaraaaaaaaaaang banget, ini baru namanya….. anugrah tiada tara…. surga dunia).

Terus bagaimana caranya mendapatkan pasangan yang baik? (dalam konteks agama tentunya). Ya tentu saja kita harus percaya pada janji Alloh bahwa orang yang baik2 itu akan berpasangan dengan orang yang baik2 vice versa. Jadi intinya jika ingin dapet yang baik ya kita berusaha untuk menjadi baik….Dan jikalau pada saatnya kita mendapatkan yang menurut kita kurang baik….(kita harus lebih dulu melihat dari standar mana kita menilai pasangan kita, artinya kita harus menggunakan standar yang benar dalam menilai yang berarti kita harus menggunakan standar agama) maka adalah kewajiban kita selaku pasangan untuk memperbaiki diri dan pasangan kita, dan sepanjang usaha kita memperbaiki diri dan pasangan kita maka anugrah Alloh, Insya Alloh tidak akan pernah putus. Satu hal lagi jangan pernah lupa untuk bersyukur atas pasangan yang Alloh berikan kepada kita, karena dengan bersyukur maka Alloh akan melipatgandakan nikmat-Nya kepada kita, dalam artian kenikmatan dengan makin baiknya pasangan kita ataupun tambahan lainnya…..

Kapankah kita sebaiknya menikah…..agama menganjurkan kita menikah sesegera mungkin, bukan berarti pernikahan dini tapi ketika sudah masuk usia yang secara agama atau negara diperbolehkan. Menikah pada usia muda (sekali lagi bukan menikah dini) dianjurkan karena pertama untuk menghindari perzinahan, karena biasanya libido (maaf) biasanya mencapai top-speed, highest level, pada usia2 muda (kalo ada yang datang pada usia tua, itu mah telat puber….), yang kedua pada usia muda, kondisi tubuh sedang pada level prima sehingga bibit yang akan dihasilkan pada kisaran/grade yang prima pula sehingga Insya Alloh akan menghasilkan generasi yang kuat dan prima juga, ketiga, dari sisi ekonomi, jika menikah pada usia muda, maka ketika anak kita memerlukan biaya untuk kuliah dsb, kita masih kuat untuk mencarinya, keempat, kesenjangan generasi antara anak dan orangtua gak begitu jauh, sehingga kita bisa berperan sebagai orangtua juga sebagai “pren”. Dan perasaan berkeinginan untuk menikah akan datang seperti hidayah atau jawaban soal yang tiba2 teringat ketika ujian dan waktunya tinggal 5 menit lagi……(Ini mah berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa teman yang sempet cerita). Jadi walaupun dipaksa2 untuk nikah tapi kalau hidayahnya gak ada ya….gak bakalan ada keinginan nikah (tapi masalah kalian kan bukan karena gak ingin nikah, tapi karena gak ada yang ingin dinikahi kan? He….he….piss yo….).

Satu hal lagi, jika sudah berniat menikah, jangan sampai masalah ekonomi menjadi halangan, bukannya saya ngajak kalian untuk nikah secara nekat tapi jika kalian sudah bekerja dan tetap saja merasa tidak cukup untuk menikah, ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh penjamin rezeki bagi umatnya, apalagi umatnya menikah karena mengharap ridho Alloh semata, demi Alloh itu terbukti pada saya pribadi dan teman2 yang menceritakan hal ini kepada saya…..

Kemudian sejauh pengetahuan yang saya punya, bahwa ketika terjadi ijab kabul pernikahan, maka sekitar 3.000 (seingat saya) kerajaan syetan runtuh, mugkin inilah sebabnya syetan selalu menghalang2i kaum muslimin dan menimbulkan keraguan untuk menikah (makanya agar banyak kerajaan syetan yang runtuh, perbanyaklah menikah………..upppppppppppssss sori salah kesimpulan).

Masalah nikah dalam agama kita gak lepas dari masalah poligami, karena sepanjang pengetahuan saya hanya agama Islam lah yang mengatur masalah poligami.

Kita memang ahrus bijak membahas masalah ini, masalah yang sangat sensitip (khususnya bagi para ibu maupun gadis) dan masalah yang atraktip bagi sebagian pria……Tapi yang ingin coba saya sampaikan disini adalah bahwa pasti ada alasan yang sangat kuat (baik secara akal, perasaan ataupun agama) sehingga Alloh mengijinkan seorang pria boleh menikahi lebih dari 1 wanita bahkan hingga 4 wanita.

Pria – bukan saja pria saya pikir tapi manusia – memang tidak akan bisa adil, makanya kemudian kita mengenal konsep “Ikhlas”. Berkaitan dengan poligami, pria selaku manusia biasa sudah tentu tidak akan bisa adil, makanya dalam hal ini sangat diperlukan keikhlasan dari wanita. Poligami adalah hal yang sangat berat bagi seorang pria jika melihat dari tanggungjawab yang akan diemban, dan rasanya gak semua pria juga semangat2 amat untuk poligami, tapi tentu saja ada sisi menyenangkan jika kemudian mendapat istri kedua dan selanjutnya lebih “fresh”. Dan sepertinya tiada kebahagian yang didapat oleh istri yang di-poligami, sementara sang suami mendapat bidadari (istri kedua yang cantik), istri pertama mendapat sakit hati, tetapi Alloh itu Maha adil, makanya dalam konsep poligami ini yang dijamin mendapatkan surga itu adalah wanita, bukan pria! Adakah yang lebih menggiurkan selain jaminan masuk surga…..

Saya bukannya menganjurkan para suami untuk berpoligami atau memaksa para istri untuk mengijinkan para suaminya berpoligami, tetapi saya hanya menyarankan hendaknya kita menyadari bahwa walaupun berpoligami itu hal diperbolehkan tetapi itu adalah hal yang sangat berat. Kemudian kita juga harus menyadari bahwa poligami itu adalah hal yang halal, yang diperbolehkan oleh agama, sehingga jika kita melihat ada muslim yang melakukan poligami hendaknya kita berbaik sangka. Yang saya garis bawahi disini adalah bahwa kalaupun kita tidak berkenan dengan poligami tetapi jangan membenci, karena poligami sudah merupakan aturan yang telah ditetapkan Alloh dan merupakan Sunnah Nabi. Yang saya khawatirkan adalah bahwa kita sudah termakan provokasi musuh2 Islam yang membenci ajaran Islam sehingga mencari2 jalan untuk menghancurkan Islam dengan jalan menyebarluaskan – yang menurut mereka – kelemahan ajaran Islam, yang salah satunya adalah ajaran poligami yang dianggap tidak adil, tidak sesuai dengan emansipasi dsb., tapi mereka menyembunyikan kebejatan mereka yang mengijinkan atau tidak peduli dengan gay, lesbian, pelacuran, samen leven dll., dan yang parahnya lagi kita pun termakan oleh strategi mereka….dan terbanyanglah bahwa poligami itu hal yang buruk dan menyedihkan……….

Sedangkan bagi pria, tolong deh kalo mo poligami itu yg difikirkan bukan sekedar nafkah lahir spt rumah, mobil or sex dsb. tapi yg lebih penting nafkah batin (agama), banyak org beranggapan bahwa nafkah batin itu adalah hubungan sexual (maaf), dan sorrrrri bro! itu salah besar!, kalo cuma sex, itu mah kambing juga bisa. Kalo suami nggak mengajarkan agama kepada istri maka yang bertanggung jawab adalah si suami, kemarin disampaikan juga bahwa masak, nyuci dsb itu yg menghandle semuanya suami, kalo istri nggak bisa masak maka suami yg harus mengajari masak, apalagi kalo istri nggak ngerti agama.

Dari sejumlah kenalan yang saya ketahui melakukan poligami, Insya Alloh, agama/iman mereka dan istri2 mereka sudah mencapai level dimana cinta mereka terhadap suami/istri sudah karena Alloh (setidaknya itu menurut pengamatan saya), artinya level mereka sudah sama pada tingkat itu. Dan…………jika istri antum sekalian tetap tidak mengijinkan antum berpoligami, berarti iman level istri antum belum nyampe situ, dan siapakah yang bertanggung jawab? Ya tentu saja antum sebagai suaminya!!! Itu bisa karena iman antum belum juga sampai pada level itu sehingga istri antum belum dapat percaya bahwa antum berpoligami karena alasan agama……………… Jadi…….perbaiki diri, bro!!!! Ikhlas menerima dan bersyukur…………..

Ingat selalu, menikah itu ibadah, dalam ibadah itu ada aturan yang harus dijalani, jika dengan satu istri saja belum dapat dengan sempurna menjalani ibadah pernikahan, mengapa udah yakin minta nambah…………..gak masuk akal…………..!!

Saya akan menyampaikan satu cerita yang Insya Alloh benar….dan mudah2an berbeda dengan konsep poligami yang memuakkan atau mengerikan seperti yang disebarkan oleh musuh2 Islam……….

Ketika kuliah S1, kakak kelas yang pada saat itu masih kuliah juga, menikah dengan muslimah yang juga masih kuliah. Sang suami rajin berdakwah demikian juga sang istri rajin memberikan/menghadiri pengajian para mahasiswi, karena sang suami sering berdakwah hingga sering meninggalkan sang istri di rumah. Setelah beberapa lama menikah sang istri hamil. Karena tidak ingin menghalangi sang suami berdakwah dan agar sang suami tenang mennggalkan sang istri di rumah, sang istri meminta agar ada yang menemani di rumah, maka sang istri meminta sang suami untuk menikahi salah satu sahabatnya. Alasan sang istri selain untuk teman juga untuk menjaga kehormatan sahabatnya yang telah dilamar tetapi tidak berjodoh……….

Akhirnya atas permintaan sang istri, sang suami menikah lagi, sang suami tetap berdakwah dengan tenang, istri2 beliau juga tetap memberikan/menghadiri pengajian dan mereka tampak bahagia tinggal bersama di rumah kecil kontrakkan……………

Demi Alloh, Alloh Maha Tahu apa yang terbaik bagi umatnya, segala aturan yang telah ditetapkan-Nya adalah demi kebaikan umat-Nya, dan sesungguhnya jikapun kita belum menyadarinya, kita harus mengimaninya………

Intinya kita harus bijak menanggapi poligami ini, boleh tidak berkenan, jangan membenci dan berusaha berprasangka baik…..

Seperti yang didapat dalam film…..Islam itu Ikhlas dan Sabar………………….

Dan sebelum terakhir saya mengucapkan Slamat berjuang bagi para bujangan maupun bujangin…….saya cuma berdoa Semoga kalian cepat mendapat jodoh yang baik…………kalo gak dapet2 juga, saya punya adik laki2 2, adik perempuan 2, anak laki2 1 dan anak perempuan 1 (ha……..ha……)

Dan bagi para bapak, mau poligami? Pikirin dulu deh berkali2………………

Bagi para ibu….mudah2an diberi kesabaran dan keikhlasan…………….

Dan yang paling terakhir saya mohon maaf yang sebesar2nya jika dalam tulisan ini ada yang merasa tersinggung atau sejenisnya. Sesungguhnya jika ada kesalahan itu datanganya dari saya selaku manusia yang tak luput dari salah dan sesungguhnya jika ada kebenaran itu datangnya dari Alloh Subhanahuwataala.

Wassalamualaikum Wr Wb

The Third Su-heng from Tonggoh

3 Comments »

  1. ppmrku Said:

    Ass

    Saya hanya menggaris bawahi pernyataan dari bung Danny tentang Poligami. Banyak di antara kita sibuk dengan berupaya mencari “kesalahan” dari peraturan yang yang sudah diturunkan oleh Allah SWT. Dalam kaidah Aqidah, seharusnya kita berpikir untuk mencari pembenaran dari syariat yang diturunkan oleh Allah, karena sesuatu yang terjadi di bumi ini adalah berjalan Sunatullah, ada sebab akibat. Ada sesuatu yang berjalan yang boleh jadi kita belum tahu jawabnya, belum tahu kapan itu terjadi. Untuk masalah ini, jika antum sekalian belajar tentang ilmu eksakta, banyak sekali nash-nash dalam Alquran yang telah membuktikan bahwa benar, Sunatullah berjalan sesuai dengan “rancanganNYa”
    Ini yang sering dilupakan oleh kita.
    Dan musuh2 Islam paham betul karakter kita. Maka dengan dalih HAM (yg mana), Liberalisme, Rasionalism, mereka mengembuskan argumen-argumen yang “keliru” dan berusaha mengaburkan pemahaman kita terhadap agama kita.
    Wallahu a’lam bissawab

  2. didit Said:

    wah….ini ada ustadz baru nih…kenapa ngga dimanfaatin unt kajian berikutnya? selain itu, kayaknya udah mantep banget filolofinya eh filosofinya hik hik hik…terutama menyangkut tarzaner…eh forester dink…..
    semoga berkah apa yg ditulis ini…

  3. Dani yang lain Said:

    Selamat deh atas pengajian PPMR ini, semoga tetap semangat..

    Hidup…!!


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: